My Adventure in Belgium Part I

Waktunya tiba untuk berangkat ke belgia, 1 Oktober 2013 jam 2 siang, saya berangkat ke bandara Ahmad Yani Semarang. Ini adalah pertama kali bagi saya untuk naik pesawat terbang. Tiketing, boarding pass, bagasi, dan tax airport sudah beres, tinggal menunggu pesawat datang. Ternyata pesawat Lion air yang akan saya naiki, mengalami keterlambatan, sehingga jadual yang awalnya jam 16.30 menjadi 18.00 WIB saya baru terbang menuju Jakarta. Tak terasa satu jam saya berada didalam pesawat, akhirnya sampai di bandara Soekarno Hatta. Ini adalah pengalaman pertama naik pesawat, ternyata rasanya hampir sama dengan jet coster. Di bandara Soetta (Soekarno Hatta) kami memiliki waktu 4 jam untuk mengurus boading pas dan lain-lain. Jadual pesawat kita jam 00.10 WIB. Dan waktunya untuk naik jetlight.

Pesawat Qatar airways sudah menepi, inilah waktunya yang kami tunggu terbang di atas awan, menuju benua biru eropa, tapi sebelumnya kami transit di Doha Qatar terlebih dahulu. Perlu diketahui bahwa Qatar airways merupakan sponsor utama Barcelona FC. Perjalanan Jakarta ke Qatar membutuhkan kurang lebih 9 jam. Tak seperti lion air, pesawat Qatar airways begitu istimewa bagi saya, meskipun kelas ekonomi, tapi saya merasa di kelas eksekutif. LCD touch screen 10 inchi, bantal, dan selimut telah tersedia. Yang lebih istimewa pramugari yang cantik selalu ramah dan senyum dalam memberikan snack dan makanan. Untuk makan kami mendapatkan dua kali makan besar. Untuk menunya ada nasi dengan kambing, dan kentang dengan ayam, karena saya mau mulai membiasakan makan tanpa nasi, saya memilih kentang dengan ayam. Untuk minumnya kami harus benar-benar detail, semisal air putih, jika kami hanya bilang water, maka akan diberikan water soda, tapi jika kita bilang mineral water, itu baru air putih biasa. Oh ya begitu juga ketika kami ingin minum kopi atau teh, kami juga harus minta gula atau susunya, kalau tidak maka hanya kopi dan teh yang sangat pahit yang kami dapat. Meskipun kurang lebih 9 jam kita dipesawat, kami tak mengalami kejenuhan maupun kebosanan. Karena kami ditemani dengan pramugari yang cantik ramah dan film maupun game yang ada di depan kami. Tak terasa sudah mau sampai di Qatar, ditinggal tidur, nonton movie, dan mendengarkan musik, eh sudah sampai di Qatar.

Jadual pesawat dengan tujuan Brussel jam 08.35 waktu Qatar, sehingga kami memiliki waktu 4 jam untuk melihat-lihat bandara internasional Doha. Tapi sebelum  jalan-jalan kami mencari gate yang untuk ke Brussel. Di bandara Doha, memiliki mall yang besar, tak hanya itu bandara ini juga selalu ada pameran mobil yang mewah. Akhirnya tiba juga saatnya terbang menuju brussel, masih menggunakan pesawat Qatar airways. Perjalanan Qatar ke brussel kurang lebih 6 jam, seperti waktu dari Jakarta ke Qatar, pramugari yang cantik setia menyapa kami dan ramah dalam melayani setiap penumpang. Untuk fasilitas pesawatnya masih sama, Cuma berbeda dilayar lcd, yang kali ini tidak touch screen. Dan untuk menu makanannya tidak ada nasi, adanya pasta dengan ayam, dan kentang dengan sapi. Untuk minumnya maish sama. Karena masih banyak film yang belum aku tonton, saya melanjutkan nonton filmnya. Kalau dihitung dari Jakarta sampai brussel sudah 6 film yang saya tonton.

Alhamdulillah sekitar jam 14.35 waktu setempat, kami sampai di Belgia dengan selamat. Setiap kali datang ke bandara internasional, selalu ada pemeriksaan passport,  jadi passport itu penting bagi turis seperti kami ini. Saatnya mencari tas yang ada dibagasi, tak perlu lama untuk menemukan tas kita msing-masing. Tak tahu seperti apa muka orang yang menjemput kami, tapi setelah kami melihat ada orang yang membawa tulisan Colruyt, langsung saja kami bilang hallo, miss mieke, “ya, I’m mieke, mieke vercaeren”. Selanjutnya kami diantar ke central office untuk bertemu dengan host family masing-masing, karena waktu itu hari aktif, jadi central office begitu ramai.

Sambil menunggu host family kami datang, kami dibisa ambil minuman atau snack yang ada di ruang receptionist. Saya mencoba jus orange dan coklat, dan ternyata, rasa jus orangenya jauh berbeda dengan Indonesia, tidak ada manisnya, kecut, dan katanya mieke, itu jus orange asli tanpa ada pemanis maupun gula. Sedangkan untuk coklatnya hampir sama, tapi kalau di Belgia rasa pahitnya sangat terasa. Itulah pengalaman kedua minum jus orange dan coklat, dan ternyata rasa dipesawat dan di Belgia sama, hahahaha, pengalaman adalah guru terbaik. Beberapa menit kemudian, host family saya yang datang pertama, yaitu Mrs. Helena Thonnart. Pandangan pertama begitu mengesankan, karena host familyku masih muda, berbeda dengan yang difoto, yang seminggu sebelmunya telah dikirim ke emailku.

Sambil menunggu host family yang lain, saya bincang-bincang dengan miss Helene tentang keluarga, kebiasaan keluaganya dan lainnya, kenapa ini saya tanyakan, karena menurut cerita angkatan dulu yang sudah berangkat ke Belgia, kebiasaan setiap keluarga di Belgia itu beda-beda. Dan Alhamdulillah kebiasaan mereka hampir sama dengan Indonesia, Cuma disana setiap ingin tidur harus mengucapkan “good night or sweet dream”. Setelah semuanya bertemu dengan host family masing-masing, kami pulang ke rumah masing-masing, untuk perjalanan pulang dari kantor kurang lebih 30 menit, dengan menggunakan mobil. Tak kusangka mereka begitu senang ketika saya tiba disana, sampai-sampai ada tulisan “Welcome to Bai in Belgium”. Tak hanya didepan rumah, tapi di depan kamar yang aku tempati pun ada tulisannya. Dalam hatiku begitu gembira dan senang dengan penyambutan mereka. Yang lebih mengagetkan lagi yaitu ketika baru datang, saya langsung ditawari untuk nonton bola, karena waktu itu ada pertandingan team bola kesayangan suami miss Helene yaitu Mr. Antoine, saya langsung ingin diajak nonton, tapi badan saya yang tak mendukung, akhirnya mungkin lain waktu saya akan ikut nonton bola dibelgia.

Hari pertama dibelgia, saya tidak memiliki kegiatan di kantor, oleh karena itu, my host family mengajak saya untuk belanja kebutuhan apa saja yang saya perlukan disini, terutama makanan, karena sangat berbeda cita rasa makanan Eropa dengan Indonesia. Saya bersyukur bisa tinggal dengan kelurga yang sangat terbuka dan sangat baik sekali. Alamat my host family Hoves, Enghien, sebuah daerah kecil yang jauh dari keramaian. Pengucapan alamat my host family dalam bahasa belanda yaitu edingen, tapi kalau bahasa prancis onggiya, butuh satu minggu saya untuk mengucapkan alamat my host family dalam bahasa perancis. Sebelum kami berangkat ke supermarket, saya minta kepada miss Helene untuk mencarikan masjid yang dekat dengan colruyt office, karena besok ketika kita ingin sholat jum’atan dan sholat Idul Adha kita sudah tahu masjidnya. Dan seperti yang aku bayangkan, memang begitu sulit untuk mencari masjid dinegara yang mayoritas non-muslim, dan untuk bangunan masjid sinipun jauh berbeda dengan Indonesia, maupun negara muslim lainnya, disini bentuk masjid sama dengan bentuk rumah biasa, Cuma didepannya ada tulis place for pray moslem (mosque). Tapi ada dua masjid yang bagus di Belgia, yaitu di Brussel, ibu kota Belgia. Oh ya, masjid yang dekat dengan kantor, jaraknya hampir sama dengan Semarang-Kendal.

Setelah menemukan masjid, dan sekalian saya sholat dhuhur disana, selanjutnya waktunya shopping. Supermarket colruyt (collect&go) yang tak jauh dari rumah, saya dan miss helene memilih-milih kebutuhanku dan dia menerangkan apa saja yang saya pilih, bagus atau tidak untuk saya, tentunya selain wine, babi, dan anjing. Berbeda dengan supermarket di Indonesia, di collect&go tidak ada music, dan indoornya pun tak begitu terang akan warna-warma cat. Setelah dirasa cukup untuk kebutuhan saya selama seminggu, sekarang waktunya pulang. Oh ya baru kali ini saya shopping habis sebanyak 130 euro, kalau dirupiahkan sekitar 1.950.000, hahahaha, banyak juga kebutuhanku.

Waktunya untuk menjemput anak-anak disekolah, mereka yaitu Emile (3 tahun), Mathis (5 tahun), dan Noe (8 tahun), semuanya disatu sekolahan. Untuk waktu sekolah mereka, dari hari senin-jum’at, mulai jam 09.00 – 16.30. Untuk hari sabtu mereka ada exschool and scouts. Oh ya untuk permainan disana ada yang sama dengan Indonesia, seperti sumamanda (game khas jawa), bekelan (biasanya untuk cewek), dan daconan. Jarak rumah sekolahan tidak begitu jauh, hanya 15 menit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *