My Adventure in Belgium Part 2

Jum’at adalah hari pertama kita masuk ke central office colruyt, untuk hari pertama kita masih diantar oleh masing-masing host family, karena tidak tahu mana ruang kantor untuk kita. Sekitar 10 menit menunggu diruang kantor, akhirnya datang juga Mieke, perlu diketahui Mieke adalah karyawan colruyt yang bertanggung jawab selama kita ada di belgia. Sebelumnya Mieke menerangkan tentang program atau kegiatan apa saja yang akan kita lakukan di Belgia selama sebulan nanti. Setelah semua penjelasan tentang kegiatan kita selesai, kita lanjutkan dengan berkeliling untuk melihat bagian bangunan central office colruyt, sehingga kita nanti tidak bingung dan tersesat jika mencari ruang untuk meeting bersama karyawan colruyt lainnya. Dan untuk mengingat tentang bagian/ fase bangunan central office, kita diberi denah tentang bangunan tersebut dan peta daerah halle. Halle merupakan daerah dimana banyak anak perusahaan colruyt berdiri, seperti Hellebroek (bengkel truk colruyt), Hellebroek office/ collishop (studio photo, tempat untuk seleksi karyawan dan workshop colruyt), dan masih banyak lagi anak cabang perusahaan colruyt yang berada di Halle.

Selanjutnya bertemu dengan CEO colruyt yaitu Mr. Jef Colruyt dan Franc Colruyt, kakak beradik yang tegas dan berwibawa dalam memimpin perusahaan terbesar di Belgia ini. Bertemu dengan Jef adalah impian kita semua penerima beasiswa colruyt, tak hanya kita, karyawan colruyt pun belum tentu pernah bertemu dan berbincang denga Mr. Jef dan Franc, karena sibuknya mereka. Untuk yang pertama kita mengucapkan banyak terima kasih atas beasiswa yang telah diberikan oleh colruyt kepada kita, sehingga kita bisa melanjutkan ke perguruan tinggi. Dilanjutkan dengan Mr. Jef yang bercerita tentang sejarah berdirinya colruyt dan Jef menjelaskan mengapa mereka memberikan beasiswa ke Indonesia. Begitu singkat pertemuan kita bersama jef dan franc, tak lupa kita berfoto bersama mereka berdua.

Ternyata capai juga, hanya untuk melihat-lihat bagian bangunan central office colruyt dan meeting bersama CEO colruyt. It’s time to lunch, untuk pertama kita lunch dikantin colruyt, kita ditemani oleh mieke dan temannya, dia juga menjelaskan tentang makanan mana yang halal dan baik buat kita, karena semua menggunakan bahasa Belanda. Dan perlu diingat, bahwa orang eropa itu suka makan daging babi, jadi kita sebagai muslim harus hati-hati dalam memilih makanan, kalau tidak tahu bertanyalah orang sekitar. Saya untuk hari pertama makan di kantin colruyt, dengan pasta, ayam , pudding coklat dan air putih. Semuanya habis 4,64 euro kalau dirupiahkan sekitar 65.000. Setelah selesai lunch kita diberi waktu untuk melaksanakan sholat dhuhur, sebelum pergi ke hellebroek dan dassenveld. Oh ya untuk jadual sholat disana jauh berbeda dengan Indonesia. Untuk sholat dhuhur, 13.30, sholat ashar, 16.30, untuk sholat maghrib 19.00, sholat isya’ 21.05, dan untuk sholat shubuh 06.15, tapi untuk jadual tak selalu sama, terkadang dalam satu bulan perbedaan waktu sholat bisa sampai satu jam.

Selesai sholat kita langsung menuju ke hellebroek, dengan jalan kaki karena tak begitu jauh. Hellebroek merupakan tempat magangku nanti selama seminggu. Oh ya berbeda dengan di Indonesia, trotoar sana benar-benar buat pejalan kaki, tidak ada tukang asongan yang jual di sepanjang trotoar. Di Belgia, terdapat jalan khusus mobil, jalan khusus sepeda dan pejalan kaki, dan untuk menyebrang ada tempatnya sendiri, dengan menekan tombol khusus pejalan kaki, sehingga kita tidak takut lagi dalam menyebrang jalan. Tak seperti central office, hellebroek lebih kecil, tapi memiliki ruang bawah tanah, sehingga kalau naik lift ada -1, 0 (exit), 1, dan seterusnya. Selesai mengelilingi hellebroek, kita lanjut ke Dassenveld, yaitu gudang semua produk colruyt yang berada di Halle. Tak hanya sebagai gudang, dassenveld juga sebagai tempat pengumpulan krat dan pengolahan sampah. Karena setiap truk yang kembali ke dassenveld tidak boleh kosong, harus membawa sampah maupun krat dari berbagai anak cabang perusahaan colruyt. Berbeda dengan Indonesia, sampah disana sudah disendiri-sendirikan, mulai sampah botol, plastic, hingga sisa makanan, sehingga pengolahan sampahnya mudah. Oh ya untuk sampah botol, plastik berwarna biru, untuk sampah plastic dan kertas berwarna putih, dan sisa makanan berwarna hijau atau hitam. Untuk dirumah warga, jika sampah dicampur, akan mendapatkan denda dan sanksi.

Setelah selesai berkunjung ke hellebroek dan dassenveld, kita kembali ke central office untuk membuat daily report tentang apa saja yang sudah kita dapat selama satu hari ini. Setelah semua selesai presentasi tentang daily report untuk hari ini, kita mendapat tugas untuk membuat presentasi maupun kumpulan foto tentang Indonesia, buat minggu depan, karena kita akan mengajar disalah satu sekolahan di brussel. Oh ya hari ini pula kita diberi camera, laptop, dan handphone beserta simcardnya, untuk bisa digunakan untuk membuat daily report maupun foto-foto kegiatan kita selama di belgia. Untuk hari pertama cukup melelahkan dan cukup menguras energy, menyesuaikan dengan kebiasaan orang disini, yaitu jalan kaki dengan cepat, setiap hari harus focus untuk menerjemahkan apa saja yang mereka bicarakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *