Sekilas Tentang Dongseo

Di Dongseo University, mahasiswa boleh mengambil mata kuliah jrusan lain yang diminatinya walaupun diluar jurusannya. Namun untuk mahasiswa Exchange dibatasi hanya pada kelas jurusan yang diambil. Perkuliahan menggunakan pengantar bahasa Inggris dan juga diperbolehkan memilih kelas GLAP. Pilihan kelas GLAP cukup beragam dan mencakup berbagai bidang ilmu. Beberapa contoh kelas GLAP antara lain: Media and Culture, Design and Creative Thinking, Computer Application, dan lain-lain. Dalam kelas GLAP tidak hanya mahasiswa dari jurusan tertentu, namun kelas ini terbuka untuk mahasiswa jurusan lainnya.
Salah satu kelas GLAP yang kami ambil adalah Design and Creative Thinking. Kami mengambil kelas ini karena merasa cukup perlu untuk mengasah kreativitas, apalagi untuk jurusan Computer Engineering, kreativitas sangat dibutuhkan dalam mengembangkan pemikiran inovatif terkait perkembangan teknologi. Dalam kelas Design and Creative Thinking, mahasiswa tidak diberi sedikitpun teori. Menurut pengampu kelas ini Prof.Kim Hae Yun, mahasiswa harus terlebih dahulu mengalami pengalaman memecahkan masalah tertentu untuk kemudian bisa mengerti cara-cara mendesain pemikiran kreatif pada dirinya.
Pada pertemuan pertama kelas ini, profesor memberikan masalah untuk dipecahkan dengan mengubah tampilan sebuah gelas. Dan dipertemuan selanjutnya, mahasiswa diminta untuk memperkenalkan diri secara visual menggunakan selembar kertas. Kertas tersebut boleh diubah sedemikian rupa, entah dengan digambari atau dibentuk sesuai dengan bagaimana mahasiswa tersebut merepresentasikan dirinya masing-masing. Hal-hal tersebut hanya gambaran kecil mengenai kelas Design and Creative Thinking. Disetiap pertemuan kelas ini, mahasiswa akan terus diberikan sebuah masalah untuk dipecahkan. Kelas ini dirancang untuk menstimulasi pembentukan pemikiran kreatif dalam pemecahan masalah khususnya melalui segi visual. Kelas seperti ini cukup penting dan sangat cocok untuk jurusan apapun karena semakin dewasa, terkadang manusia lebih fokus pada resiko-resiko sehingga kebanyakan orang memilih untuk melangkah pada “jalur aman” yang dipakai mayoritas orang. Hal ini malah membatasi dan perspektif mereka untuk melihat masalah yang sama dengan solusi yang berbeda. (Wardi & Ledi 09102016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *